Ilustrasi.

Kegiatan eksplorasi migas telah berjalan sejak awal tahun 2017 oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Dan kini 20 sumur sedang dilakukan pengeboran.

Ngatijan selaku Kepala Divisi Survei dan Pemboran SKK Migas mengatakan kegiatan pengeboran sumur tersebut merupakan bagian dari program kerja dan anggaran (WP&B) 2017 yang telah disetujui SKK Migas akhir tahun lalu.

Diharapkan dengan dimulainya pengeboran 20 sumur sejak awal tahun dapat memacu kegiatan pengeboran sumur migas lainnya yang sudah direncanakan tahun ini.

Dan sejumlah program pengeboran sumur yang direncanakan tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Tahun ini kegiatan pengeboran sumur eksplorasi yang akan dibor oleh kontraktor di blok produksi hanya sebanyak 25 sumur.

Dibandingkan target WP&B 2016 jumlah ini menurun sebanyak 40 sumur dan terealisasi 36 sumur. Meski lebih rendah, setidaknya realisasi kegiatan pengeboran yang sudah mencapai 80 persen pada bulan pertama tahun ini sudah bisa menunjukan hal yang positif.

Selanjutnya salah satu hal yang menyebabkan kegiatan pengeboran tahun ini membaik adalah akibat tren meningkatnya harga minyak dunia yang kini sudah menembus di atas US$ 50 per barel.

Dan saat ini pengeboran 20 sumur yang sedang berjalan tersebut terdiri dari 11 sumur eksplorasi, termasuk satu kegiatan pengeboran sumur re-entry eksplorasi. Kemudian sembilan lainnya merupakan sumur pengembangan.

Beberapa kontraktor yang mengelola blok migas tersebut adalah Pertamina EP, Chevron , Pertamina Hulu Energi (PHE) WMO, Pertamina Hulu Energi (PHE) Nunukan, Total E&P Indonesie, Dart Muralim-Muara Enim, dan  ConocoPhilips Grissik.

Tahun ini pengeboran sumur pengembangan ditargetkan 223 sumur, sama seperti tahun lalu. Sedangkan Rencana program kerja ulang mencapai 860 kegiatan, lebih rendah dari proyeksi tahun lalu sebanyak 1.261 kegiatan. Sementara rencana program perawatan sumur tahun ini naik menjadi 57.512 kegiatan dari proyeksi tahun lalu 39.481 kegiatan.

Dibandingkan dengan target tahun lalu SKK Migas yang hanya mencapai US$ 11,9 miliar lebih rendah dibanding dengan tahun ini yang totalnya mencapai US$ 13,5 miliar.

Sumber : http://katadata.co.id