Berencana mencari pasar ekspor baru, PT Bukit Asam (Persero) Tbk kini melanjutkan kegiatan tahun kemarin, di mana perusahaan ingin diversifikasi tujuan eskpor yang selama ini hanya ditujukan bagi Taiwan, Jepang, dan Malaysia.

Meski demikian, Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin belum mau membeberkan rencana negara-negara tujuan baru perseroan. Beliau hanya menyampaikan, pencarian pasar baru dimaksudkan untuk mendapatkan permintaan yang lebih baik.

Pencarian destinasi ekspor baru ini untuk mencari pasar bagi produk batu bara berkalori menengah, yang biasanya digunakan sebagai bahan baku Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Pasalnya, perusahaan memiliki potensi batu bara kalor menengah yang melimpah.

Berdasarkan grafik pun sebanyak 70 persen dari cadangan batu bara emiten berkode PTBA tersebut atau sebanyak 3 miliar ton merupakan batu bara dengan kalor medium. Dan itu sudah dipenuhi ke pasar ekspor baru, seperti Thailand dan Kamboja.

Upaya pembukaan pasar baru yang dilakukan pada tahun lalu sudah memberikan kontribusi yang cukup baik. Hingga kuartal I 2017, ekspor batu bara sebagian besar dikirim ke India dan China dengan angka masing-masing sebesar 908 ribu ton dan 413,4 ribu ton. Jumlah ini berkisar 16,7 persen dan 7,6 persen dari total penjualan perusahaan.

Sementara itu, penetrasi perusahaan ke pasar Asia Tenggara juga membuahkan hasil meski baru setahun berjalan. Rinciannya, ekspor ke Vietnam tercatat 364,48 ribu ton, Kamboja sebesar 293,7 ribu ton, Filipina sebesar 125,12 ribu ton, dan Thailand sebesar 48,96 ribu ton. Seluruh destinasi ekspor anyar ke Asia Tenggara itu mengambil porsi 15,29 persen terhadap total penjualan perusahaan.

Namun kondisi ini jauh berbeda dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana pasar ekspor utamanya ditujukan bagi Taiwan, Jepang, dan Malaysia dengan porsi sebesar 22 persen, 9 persen, dan 7 persen dari penjualan perusahaan.

Sementara itu penjualan batu bara PTBA hingga kuartal I kemarin mencapai 5,44 juta ton. Angka ini meningkat 4,01 persen dibanding periode yang sama tahun kemarin sebesar 5,23 juta ton.

Sebanyak 3,14 juta ton batu bara atau 57,7 persen dari penjualan ditujukan bagi pasar domestik. Sementara itu, sisa 2,3 juta ton sisanya ditujukan bagi pasar internasional.

Sumber : www.cnnindonesia.com