Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan keadaan dimana seseorang merasa aman dan sehat dalam melaksanakan tugasnya.

Apa saja yang berkaitan dengan K3?

Yakni Alat Proteksi Diri (APD) yang ada sebagai berikut :
•Safety belt saat berada di ketinggian.
•Pemakaian masker saat berada di tempat berdebu.
•Pemakaian kacamata.
•Pemakaian safety shoes.
•Pemakaian wearpack.
•Dll.
Lalu seberapa pentingnya kita harus mengetahui hal ini? Ya. Penting karena, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah kepentingan pengusaha, pekerja dan pemerintah di seluruh dunia.
Karena hal-hal seperti kapasitas kerja, beban kerja, dan lingkungan kerja sangat berpengaruh pada Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Selain itu di dunia kerja pasti menuntut adanya tenaga kerja yang kompeten pada pada setiap bidang. Apalagi Industri seperti Migas merupakan industri yang berisiko tinggi. Dan pemerintah tengah memaksimalkan pengawasan secara ketat pada pelaksanaa dan penerapan standar keselamatan pada kegiatan operasi Migas mulai dari sektor hilir hingga sektor hulu.
Dan menurut perkiraan ILO, setiap tahun di seluruh dunia terdapat  2 juta orang meninggal karena masalah-masalah akibat kerja.
Banyaknya kecelakaan dalam industri ini dikarenakan kelalaian dan ketidakpeduliaan pada persyaratan keselamatan (K3) yang berujung fatal dan serius.  Sehingga hal yang berkaitan dengan Operator K3 Migas dan  Pengawas K3 Migas dibutuhkan pelatihan yang mendukung.
Berikut ini merupakan pasal Perlindungan hukum yang membahas K3.
  1. Undang-undang No. 13 Tahun 2003 Paragraf 5 Pasal 87 Butir (1) tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
  2. Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
  3. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 Bagian Keenam tentang Kesehatan Kerja.
  4. PP nomor 50 tahun 2012 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
Maka diharapkan para pengusaha mampu menerapkan sistem manajemen K3, mengembangkan sistem perlindungan kerja dan menganalisanya, serta dapat memahami peraturan perundangan K3 Migas yang berlaku.