Sejumlah kegiatan tengah dipersiapkan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) dengan menyiapkan sejumlah infrastruktur kelistrikan guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat (Kalbar) yang ditargetkan mencapai 6,1 persen pada 2019.
Deputi Manager Hukum dan Humas PLN Wilayah Kalbar M Doing menuturkan, Saat ini sejumlah kegiatan telah rampung dan akan segera dikerjakan. Besar harapaan bahwa pembangunan infrastruktur ini akan semakin mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari.
Terkait hal itu, Direktur Bisnis Regional Kalimantan PLN Djoko R Abumanan juga akan berdialog langsung dengan jajaran pemerintah, stakeholder kelistrikan, dan pelanggan serta calon pelanggan PLN di Pontianak guna berdiskusi membangun kelistrikan di Kalimantan Barat yang cukup dan handal.
Maka dengan beroperasinya Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG) Mobile Power Plant (MPP) 4×25 Megawatt (MW) di Mempawah dan Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2×10 MW di Ketapang, PLN optimistis dapat memenuhi kebutuhan listrik pelanggan di Kalimantan Barat.
Diketahui daya mampu sistem khatulistiwa saat ini mencapai 400 MW, dengan surplus daya lebih dari 100 MW. Jadi dengan besarnya daya itu, PLN memastikan ketersediaan listrik bagi calon pelanggan yang akan berinvestasi di Kalbar. Dan untuk mengantisipasi pertambahan pelanggan, PLN tengah membangun sejumlah infrastruktur kelistrikan yang masuk dalam program 35.000 MW.
Nantinya pembangunan  PLTG Pontianak Peaker 100 MW di Kabupaten Mempawah akan ditargetkan beroperasi pada 2018, serta PLTU Kalbar 1 berkapasitas 2×100 MW di Kabupaten Bengkayang yang akan selesai pada 2019.
Kemudian, guna memperkuat keandalan listrik di sistem khatulistiwa, PLN  membangun transmisi 150 kilo Volt (kV) sepanjang 1.884 kilometer sirkuit (Kms) yang terdiri dari Bengkayang-Ngabang-Tayan-Siantan 474 kms selesai di 2017 dan Tayan-Sanggau 750 kms di 201.
Serta Sanggau-Sekadau-Sintang, Ketapang-Sukadana dan Ketapang-Kendawangan 660 kms di 2019. Sementara itu hingga Maret 2017 jaringan transmisi 150 kV yang sudah selesai sepanjang 458,56 kms.
Selanjutnya guna mencapai rasio elektrifikasi  93,75 persen pada 2019, PLN juga akan membangun 26 Gardu Induk (GI) tersebar di wilayah Kalimantan Barat sebesar 930 MVA yang terdiri dari sembilan unit berkapasitas 330 MVA di 2017, 12 unit berkapasitas 390 MVA di 2018 dan lima unit berkapasitas 210 MVA di 2019.
Ketersedian listrik ini juga akan mensupplai kebutuhan di berbagai kawasan pengembangan industri, seperti di Semparuk, Mandor, Tayan, Manismata, Sukaramai, Tanjung Api dan Ketapang.
Sumber : ekonomi.metrotvnews.com