Sistem perlindungan kebakaran aktif merupakan bagian integral dari sistem proteksi kebakaran yang meliputi Pelatihan, Deteksi dan Pemadaman.

Sistem proteksi kebakaran pasif adalah sistem proteksi kebakaran yang bertujuan menghalangi atau menahan laju penyebaran asap, gas beracun, api dan panas yang terjadi selama proses kebakaran selama selang waktu tertentu.

Dalam menyediakan sarana proteksi kebakaran di suatu tempat, maka dikenal 2 (dua) istilah yaitu sarana kebakaran aktif dan sarana kebakaran pasif. Berikut penjelasannya dari laman blog sistem manajemen keselamatan kerja :

Sarana Proteksi Kebakaran Aktif

Sarana proteksi kebakaran aktif berupa alat ataupun instalasi yang disiapkan untuk mendeteksi dan atau memadamkan kebakaran. Di antara sarana proteksi kebakaran aktif antara lain :

  1. Detektor Asap, Api maupun Panas.
  2. Alarm kebakaran otomatis maupun manual.
  3. Tabung Pemadam / APAR (Alat Pemadam Api Ringan).
  4. Sistem Hidran.
  5. Sistem Springkler.
  6. dsj.

Sarana Proteksi Kebakaran Pasif

Sarana proteksi kebakaran pasif berupa alat, sarana atau metode/cara mengendalikan asap, panas maupun gas berbahaya apabila terjadi kebakaran. Di antara sarana proteksi kebakaran pasif antara lain :

  1. Sistem Kompartementasi (Pemisahan Bangunan Resiko Kebakaran Tinggi).
  2. Sarana Evakuasi dan Alat Bantu Evakuasi.
  3. Sarana dan Sistem Pengendali Asap dan Api (Fire Damper, Smoke Damper, Fire Stopping, dsj).
  4. Fire Retardant (Sarana Pelambat Api).